KOLONG

[FEB][bleft]

KAMPUS UNHAS & SEKITARNYA

[FEB][twocolumns]

Mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin Laksanakan Program Kerja Penguatan Ekonomi Lokal melalui Pengolahan Nira Lontar

Mahasiswa Program Studi Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin, Hamdan, melaksanakan program kerja berjudul Optimalisasi Nira Lontar Menjadi Gula Merah sebagai Upaya Penguatan Ekonomi Lokal, Di Desa Botolempangan, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Selasa (27/1/2026).

Upaya penguatan ekonomi lokal berbasis potensi sumber daya alam dilakukan melalui program optimalisasi pemanfaatan nira lontar menjadi gula merah di Desa Botolempangan. Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah nira lontar yang selama ini pemanfaatannya masih terbatas dan cenderung bersifat tradisional serta musiman.

Penanggung jawab Program Kerja, Hamdan, Menyatakan bahwa Program ini ditujukan untuk menyasar masyarakat lokal, khususnya penyadap nira dan pelaku usaha kecil, dengan tujuan mendorong pengolahan nira lontar menjadi produk pangan non-alkohol yang bernilai ekonomi, aman dikonsumsi, dan berkelanjutan.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan di Desa Botolempangan, wilayah yang memiliki ketersediaan pohon lontar cukup melimpah dan secara turun-temurun memanfaatkan nira sebagai sumber pendapatan tambahan. Namun, selama ini sebagian nira masih diolah menjadi minuman beralkohol yang berpotensi menimbulkan persoalan sosial dan kesehatan.

Melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan, masyarakat diberikan edukasi mengenai peluang usaha dari pengolahan nira lontar menjadi gula merah, baik dalam bentuk padat maupun cair. Materi yang disampaikan mencakup manfaat ekonomi dan kesehatan gula merah, teknik pengolahan, pengemasan, hingga strategi pemasaran produk.

Proses pembuatan gula merah dilakukan dengan teknik sederhana dan berbasis bahan alami. Nira lontar yang telah disaring dimasak menggunakan tungku kayu bakar hingga mengental dan berubah warna menjadi cokelat dengan aroma khas karamel. Seluruh proses dilakukan tanpa bahan kimia tambahan, sehingga menghasilkan produk gula merah yang lebih alami, memiliki indeks glikemik lebih rendah dibandingkan gula pasir, serta mengandung mineral penting seperti zat besi, kalsium, dan magnesium.

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah nira lontar secara produktif, membuka peluang usaha baru, serta menambah pendapatan keluarga. Selain itu, pengembangan gula merah berbahan dasar nira lontar juga dipandang sebagai solusi alternatif untuk mengurangi pemanfaatan nira sebagai bahan minuman beralkohol dan mendorong pengelolaan sumber daya lokal secara bijak dan berkelanjutan.

Ke depan, pengembangan produk gula merah dari nira lontar diharapkan dapat terus berlanjut dengan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, sehingga mampu memperkuat ekonomi lokal sekaligus menjaga kearifan lokal Desa Botolempangan sebagai daerah penghasil gula lontar berkualitas.

 

Tidak ada komentar: