KOLONG

[FEB][bleft]

KAMPUS UNHAS & SEKITARNYA

[FEB][twocolumns]

MAHASISWA KKN-T 116 MENGADAKAN SEMINAR PROGRAM KERJA KEAMANAN PANGAN YANG BERKOLABORASI DENGAN BADAN PENGAWAS OBAT MAKANAN (BPOM) DI POSKO GEMBIRA BONTO MARANNU


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Keamanan Pangan Universitas Hasanuddin Gelombang 116 melaksanakan Seminar Program Kerja di Desa Bonto Marannu, Kecamatan Ulu Ere, Kabupaten Bantaeng, pada Senin, 13 Juli 2026. Kegiatan ini diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan oleh Sul Fajrin Marda selaku Koordinator Desa Posko Gembira Bonto Marannu yang menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa tidak hanya untuk memenuhi tugas akademik, tetapi juga belajar bersama masyarakat serta memberikan kontribusi nyata melalui berbagai program kerja. Kepala Desa Bonto Marannu dalam sambutannya turut memperkenalkan potensi desa yang berada di wilayah dataran tinggi dengan komoditas hortikultura unggulan, seperti bawang merah, kentang, dan berbagai hasil pertanian lainnya.


Sul selaku koordinator Desa menjelaskan bahwa KKN-T Keamanan Pangan Universitas Hasanuddin Gelombang 116 merupakan program tematik yang bekerja sama dengan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa memperoleh pembekalan untuk melaksanakan program yang berfokus pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan pangan melalui kegiatan edukasi, kaderisasi, dan pendampingan.


Program kerja KKN-T terbagi menjadi dua pendekatan utama, yaitu kaderisator dan fasilitator. Pada aspek kaderisator, mahasiswa akan membentuk Kader Keamanan Pangan Desa (KKPD) sebagai agen penggerak masyarakat dalam menerapkan prinsip keamanan pangan. Sementara itu, pada aspek fasilitator, mahasiswa akan melakukan pendampingan penerbitan Sertifikat Pemenuhan Komitmen Produksi Pangan Olahan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) bagi Usaha Mikro Kecil (UMK) sebagai upaya meningkatkan legalitas usaha, menjamin keamanan pangan, dan memperkuat daya saing produk pangan olahan.


Program ini menyasar berbagai elemen masyarakat, seperti Karang Taruna, Tim Penggerak PKK, kelompok tani, masyarakat umum, pelaku UMK, usaha ritel, usaha pangan siap saji, serta sekolah. Melalui sasaran tersebut diharapkan tercipta budaya keamanan pangan yang mampu meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kepatuhan masyarakat terhadap pengolahan pangan yang aman. Keamanan pangan menjadi aspek penting karena menjamin pangan yang dikonsumsi aman, bermutu, dan layak, mencegah penyakit akibat pangan, serta meningkatkan kepercayaan konsumen. Bagi UMK, penerapan keamanan pangan juga mendukung pemenuhan legalitas usaha dan memperluas peluang pemasaran.


Selain program utama, Posko Gembira juga memaparkan program kerja tambahan berupa pembaruan struktur organisasi di Kantor Desa Bonto Marannu. Program ini disusun berdasarkan hasil koordinasi dengan pemerintah desa untuk memperjelas pembagian tugas dan tanggung jawab perangkat desa, sehingga diharapkan dapat meningkatkan efektivitas tata kelola pemerintahan serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Tidak ada komentar: