KOLONG

[FEB][bleft]

KAMPUS UNHAS & SEKITARNYA

[FEB][twocolumns]

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Demonstrasi pembuatan Arang Briket dari Limbah pertanian



Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pertanian dan Teknologi Tepat Guna Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Demonstrasi pembuatan Arang Briket dari Limbah pertanian di Kantor Lurah Ereng-Ereng, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng. Program kerja ini disusun berdasarkan hasil observasi mahasiswa yang menemukan bahwa limbah pertanian, seperti kulit kopi, kulit kakao, kayu kering, dan tempurung kelapa, masih belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, padahal memiliki potensi ekonomis apabila diolah menjadi arang briket sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan.


Kegiatan diawali dengan sambutan dari perangkat Kelurahan Ereng-Ereng, dilanjutkan dengan pemaparan hasil observasi dan pengenalan program kerja. Mahasiswa menjelaskan bahwa pemanfaatan limbah pertanian menjadi arang briket dapat menjadi solusi untuk meningkatkan nilai tambah limbah sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.


Selanjutnya, peserta mengikuti demonstrasi pembuatan arang briket, mulai dari proses karbonisasi bahan baku, penghalusan arang, pencampuran dengan bahan perekat, hingga proses pencetakan briket. Masyarakat tampak antusias mengikuti setiap tahapan serta aktif berdiskusi mengenai manfaat dan peluang pengembangan briket sebagai produk bernilai ekonomi.


Pada sesi tanya jawab, salah seorang warga menanyakan jenis limbah lain yang dapat digunakan sebagai bahan baku briket. Mahasiswa menjelaskan bahwa selain kulit kopi dan kulit kakao, briket juga dapat dibuat dari berbagai limbah biomassa lainnya, seperti tempurung kelapa, serbuk gergaji, sekam padi, tongkol jagung, dan tempurung kemiri.


Kepala Desa Marannu turut mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap arang briket dapat dikembangkan sebagai salah satu potensi UMKM desa yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami bahwa limbah pertanian memiliki nilai ekonomis apabila diolah dengan teknologi sederhana menjadi produk yang bernilai tambah dan ramah lingkungan.

Tidak ada komentar: