KOLONG

[FEB][bleft]

KAMPUS UNHAS & SEKITARNYA

[FEB][twocolumns]

Mahasiswa KKN-T UNHAS Melakukan Sosialisasi tentang Pemilahan Sampah dan Penggunaan Rocket Stove di Desa Layoa


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN-T) Universitas Hasanuddin (UNHAS) melaksanakan program kerja bertajuk “Cara Pemilahan Sampah dan Cara Penggunaan Rocket Stove yang Baik dan Benar” di Desa Layoa, Kecamatan Gantarangkeke, Kabupaten Bantaeng , Rabu, 12 Agustus 2026.


 Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus upaya meningkatkan pengetahuan warga mengenai pengelolaan sampah dan pemanfaatan teknologi sederhana yang lebih efektif dalam kegiatan memasak.


Kegiatan tersebut diikuti oleh masyarakat Desa Layoa dengan antusias. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memberikan edukasi secara langsung melalui penyampaian materi dan demonstrasi agar masyarakat dapat memahami serta menerapkan materi yang diberikan dalam kehidupan sehari-hari.


Salah satu materi utama yang disampaikan adalah mengenai cara memilah sampah dengan baik dan benar. Mahasiswa menjelaskan pentingnya melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya agar sampah dapat dikelola dengan lebih mudah dan memberikan manfaat bagi lingkungan.


Masyarakat diperkenalkan dengan beberapa jenis sampah, seperti sampah organik, sampah anorganik, dan sampah yang memerlukan penanganan khusus. Sampah organik seperti sisa makanan dan daun dapat dimanfaatkan atau diolah kembali, sedangkan sampah anorganik seperti botol plastik, kardus, dan kaleng dapat dipilah untuk digunakan kembali atau didaur ulang.


Melalui edukasi tersebut, mahasiswa KKN mengajak masyarakat untuk membangun kebiasaan sederhana, yaitu memisahkan sampah sesuai jenisnya sebelum dibuang. Kebiasaan ini diharapkan dapat membantu mengurangi pencampuran sampah serta menciptakan lingkungan desa yang lebih bersih dan sehat.


Selain pemilahan sampah, program kerja ini juga memberikan edukasi mengenai cara penggunaan Rocket Stove yang baik dan benar. Rocket Stove merupakan tungku sederhana yang dirancang untuk menghasilkan pembakaran yang lebih efisien dengan memanfaatkan bahan bakar biomassa, seperti potongan kayu atau ranting kering.


Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai bagian-bagian Rocket Stove, cara menyiapkan bahan bakar, proses menyalakan tungku, hingga cara menggunakannya secara aman dan efektif.


Mahasiswa juga melakukan demonstrasi lewat video agar masyarakat dapat melihat proses penggunaan Rocket Stove. Dalam praktiknya, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya menggunakan bahan bakar yang sesuai, memastikan sirkulasi udara pada tungku tetap baik, serta menjaga keamanan selama proses pembakaran berlangsung.


Program kerja ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan edukasi, tetapi juga dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Layoa. Pemilahan sampah dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan yang lebih tertata, sementara pemanfaatan Rocket Stove dapat menjadi salah satu alternatif teknologi sederhana yang dapat digunakan masyarakat sesuai kebutuhan.


Mahasiswa KKN berharap pengetahuan yang diberikan selama kegiatan dapat diterapkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya edukasi dan praktik secara langsung, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memanfaatkan teknologi sederhana secara tepat.


Kegiatan “Cara Pemilahan Sampah dan Cara Penggunaan Rocket Stove yang Baik dan Benar” menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung masyarakat Desa Layoa menuju lingkungan yang lebih bersih, tertata, dan berkelanjutan.


Tidak ada komentar: