KOLONG

[FEB][bleft]

KAMPUS UNHAS & SEKITARNYA

[FEB][twocolumns]

Dekan FEB-UH Siap Wajibkan Pengaderan di Tengah Pelantikan Ormawa

Pelantikan pengurus lembaga eksekutif Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin berlangsung pada hari Sabtu, 11 April 2026. Kegiatan ini digelar di Aula Pegadaian lantai 3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dihadiri jajaran pimpinan fakultas, pengurus organisasi mahasiswa, serta tamu undangan.


Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya kepengurusan baru yang diharapkan mampu membawa dinamika organisasi ke arah yang lebih progresif.


Ketua Senat Mahasiswa FEB-UH, Muhammad Khofid Nailul, menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan. Ia menyebut, organisasi bukan sekadar ruang berkumpul, melainkan tempat pembentukan karakter dan kesadaran sosial.


“Harapannya ialah para pengurus dapat menjadi agen perubahan terhadap kondisi sosial di sekitarnya, karena pada akhirnya lembaga menjadi tempat seorang kader di didik, dan pendidikan seharusnya bersifat emansipatoris,” kata Khofid.


Menurutnya, nilai-nilai pendidikan yang membebaskan harus tercermin dalam gerak organisasi. Mahasiswa, perlu peka terhadap realitas sosial dan mampu meresponsnya melalui kerja-kerja kolektif yang berdampak.


Sementara itu, Dekan FEB-UH Mursalim Nohong turut menyoroti pentingnya pengaderan organisasi mahasiswa yang berbasis akademik. Ia menilai proses kaderisasi tidak cukup hanya berorientasi pada pembentukan solidaritas internal, tetapi juga harus memperkuat kapasitas intelektual mahasiswa.


Dalam kesempatan yang sama, Dekan FEB-UH juga menyoroti rendahnya partisipasi mahasiswa dalam proses pengaderan. Ia mengungkapkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan seperti Pengaderan Awal Tingkat Senat (PATS) dan Pengaderan Awal Tingkat Ormaju (PATO).


“Tidak sampai 50 persen mahasiswa ikut PATS PATO. Kalau butuh bantuan, kami akan buat wewenang wajibkan ikut,” ujarnya.


Pernyataan tersebut mencerminkan adanya dilema yang dihadapi organisasi mahasiswa dalam menjaga keberlanjutan kaderisasi. Di satu sisi, pengaderan menjadi fondasi utama organisasi. Di sisi lain, minat mahasiswa untuk terlibat masih menjadi tantangan tersendiri.


Dekan FEB-UH juga menambahkan bahwa organisasi mahasiswa tidak hanya berfungsi sebagai ruang belajar, tetapi juga harus mampu menunjukkan prestasi. Ia mendorong agar setiap lembaga aktif berkontribusi, baik di tingkat fakultas maupun di luar kampus.


Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi bagi seluruh pengurus untuk menjalankan program kerja yang lebih terarah. Dengan dukungan dari pihak fakultas, Ormawa FEB-UH diharapkan mampu menghadirkan kontribusi nyata  dan memperkuat tradisi intelektual di lingkungan kampus.


Tidak ada komentar: